Tips Dapur

Tips Menyimpan Ikan Segar Agar Awet dan Tetap Enak

Panduan praktis menyimpan ikan segar di kulkas, freezer, hingga tanpa kulkas sekalipun, supaya tekstur, rasa, dan keamanannya tetap terjaga sampai saatnya dimasak.

Foto Tim Ikan Kita Tim Ikan Kita • • Menghitung waktu baca…
Ikan nila merah segar di atas talenan sebelum disimpan
Ikan segar perlu dibersihkan dan didinginkan secepat mungkin agar mutunya terjaga. Sumber: dokumentasi Ikan Kita.
Daftar Isi

Pernah tidak, Anda membeli ikan segar pagi hari dengan niat memasaknya sore nanti, tapi begitu dibuka dari kulkas malah sudah berbau amis menyengat dan dagingnya lembek? Banyak orang mengira ini soal nasib atau ikannya memang sudah kurang segar sejak dibeli. Padahal, dalam banyak kasus, penyebabnya sederhana saja, yaitu cara menyimpannya yang keliru.

Ikan itu istimewa sekaligus rewel. Ia sumber protein yang lezat dan bergizi, tapi juga salah satu bahan pangan yang paling cepat rusak dibanding daging sapi atau ayam. Kalau Anda pernah membeli daging sapi dan menyimpannya semalaman di kulkas tanpa masalah berarti, lalu mencoba hal yang sama pada ikan dan hasilnya jauh berbeda, itu bukan kebetulan. Ada alasan ilmiah di baliknya, dan begitu Anda memahaminya, urusan menyimpan ikan di rumah akan terasa jauh lebih mudah.

Kenapa Ikan Lebih Cepat Busuk Dibanding Daging Lain?

Sebagian orang mengira semua jenis daging punya daya tahan yang kurang lebih sama saat disimpan. Kenyataannya, ikan punya beberapa "kelemahan bawaan" yang membuatnya lebih rentan terhadap pembusukan. Otot ikan mengandung lebih banyak enzim pencerna alami dan bakteri di permukaan tubuhnya cenderung jenis yang justru menyukai suhu dingin, sehingga tetap bisa aktif merusak daging meski ikan sudah didinginkan, hanya saja dengan kecepatan yang lebih lambat.

Bagian yang paling rawan justru bukan daging itu sendiri, melainkan insang dan isi perut. Kedua bagian ini menyimpan bakteri dalam jumlah besar sejak ikan masih hidup, dan begitu ikan mati, bakteri tersebut mulai menyebar ke seluruh tubuh ikan lewat aliran darah dan cairan tubuh. Inilah kenapa Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan menekankan pentingnya segera mendinginkan ikan setelah dibeli dan menyimpannya di lemari es pada suhu 0 sampai 4 derajat Celsius apabila tidak langsung dimasak (BKIPM, KKP RI, n.d.).

Ada satu hal lagi yang jarang disadari orang kebanyakan. Beberapa jenis ikan, terutama yang mengandung asam amino histidin dalam jumlah tinggi, bisa menghasilkan senyawa histamin apabila dibiarkan terlalu lama di suhu ruang. Menurut KKP, histamin mulai terbentuk saat ikan terpapar suhu di atas 4 derajat Celsius, dan yang perlu diwaspadai, senyawa ini tidak hilang meski ikan sudah dimasak matang sekalipun (BPPMHKP, KKP RI, n.d.). Artinya, mencegah pembentukan histamin harus dilakukan sejak tahap penyimpanan, bukan mengandalkan proses memasak untuk "menetralkannya".

🐟 Tahukah Anda?

Keracunan akibat histamin pada ikan, atau dikenal dengan istilah keracunan scombroid, gejalanya bisa muncul cepat, mulai dari sekitar 10 menit hingga satu jam setelah dikonsumsi, berupa wajah memerah, sakit kepala, mual, dan jantung berdebar (BPPMHKP, KKP RI, n.d.). Kabar baiknya, risiko ini bisa ditekan jauh hanya dengan menjaga ikan tetap dingin sejak dari tempat Anda membelinya.

Langkah Pertama, Sebelum Ikan Masuk ke Tempat Penyimpanan

Sebelum bicara soal kulkas atau freezer, ada satu tahap yang sering dilewatkan begitu saja, yaitu persiapan ikan sebelum disimpan. Tahap ini sebenarnya menentukan seberapa lama ikan bisa bertahan nantinya.

Kalau Anda pernah membeli ikan dan langsung memasukkannya utuh ke kulkas tanpa dibersihkan, sebaiknya kebiasaan ini mulai diubah. BKIPM menyarankan agar ikan segera dibersihkan begitu sampai di rumah, sisik dikerok, insang dan isi perut dibuang, lalu dicuci dengan air dingin yang mengalir secara hati-hati agar tekstur dagingnya tidak rusak (BKIPM, KKP RI, n.d.). Setelah dicuci, keringkan permukaan ikan dengan tisu dapur atau kain bersih sebelum dimasukkan ke wadah penyimpanan. Permukaan yang masih basah justru mempercepat pertumbuhan bakteri dan membuat es di freezer menempel tidak rata pada daging.

Gunakan wadah tertutup rapat, baik itu kotak plastik food grade, kantong ziplock, maupun plastik vakum. Selain menjaga kelembapan ikan, wadah tertutup juga mencegah bau amis menyebar ke bahan makanan lain di kulkas Anda, sekaligus menghindari kontaminasi silang antara ikan mentah dengan makanan siap santap.

Menyimpan Ikan di Chiller Kulkas untuk Waktu Singkat

Kalau Anda berencana mengolah ikan dalam waktu satu sampai dua hari ke depan, chiller kulkas adalah pilihan paling praktis. Simpan ikan pada suhu 0 sampai 4 derajat Celsius, idealnya di rak paling bawah atau paling dekat dengan sumber pendingin, karena bagian ini biasanya paling stabil suhunya dan sekaligus mencegah cairan ikan menetes ke makanan lain di bawahnya (BKIPM, KKP RI, n.d.).

Sebuah analogi sederhana mungkin membantu di sini. Bayangkan chiller kulkas sebagai ruang tunggu, bukan tempat istirahat jangka panjang. Ia menahan laju kerusakan ikan, tapi tidak menghentikannya sama sekali. Menurut panduan FAO mengenai penanganan ikan pascapanen, pembusukan pada ikan pada dasarnya tidak bisa dihentikan sepenuhnya, hanya bisa diperlambat dengan menjaga suhu tetap rendah secara konsisten (FAO, n.d.-a). Karena itulah, meski disimpan rapi di chiller, ikan tetap sebaiknya dimasak secepat mungkin, bukan ditunda-tunda sampai berhari-hari.

Menyimpan Ikan di Freezer untuk Stok Lebih Lama

Untuk kebutuhan yang lebih panjang, misalnya Anda membeli ikan dalam jumlah banyak sekaligus untuk stok mingguan atau kebutuhan usaha kuliner, freezer dengan suhu minus 18 derajat Celsius atau lebih rendah adalah jalan keluarnya. Pada suhu ini, aktivitas enzim dan sebagian besar bakteri praktis terhenti, sehingga penurunan mutu ikan berjalan jauh lebih lambat dibanding di chiller.

Namun ada satu hal penting yang sering luput dari perhatian, yaitu kecepatan pembekuan itu sendiri. Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga menjelaskan, pembekuan yang berlangsung lambat akan membentuk kristal es berukuran besar di dalam jaringan daging ikan. Saat ikan dicairkan kembali, kristal-kristal besar ini merobek struktur sel dan membuat banyak cairan keluar, sebuah fenomena yang dikenal dengan istilah drip, sehingga daging menjadi lembek dan kehilangan sebagian nutrisinya (FPK Unair, 2019). Sebaliknya, pembekuan yang berlangsung cepat cenderung menghasilkan kristal es yang jauh lebih kecil dan merata, sehingga kerusakan jaringan bisa ditekan seminimal mungkin.

Praktiknya di rumah cukup sederhana. Bagi ikan dalam porsi-porsi kecil sesuai kebutuhan sekali masak, lalu simpan dalam kemasan tipis dan rata, bukan menumpuknya dalam satu wadah besar yang tebal. Semakin tipis dan rata bentuknya, semakin cepat pula bagian tengah ikan mencapai suhu beku. Gunakan kemasan kedap udara seperti plastik vakum jika memungkinkan, karena udara yang terperangkap di dalam kemasan adalah penyebab utama munculnya freezer burn, yaitu bagian permukaan ikan yang mengering, berubah warna kecoklatan, dan terasa berbeda teksturnya akibat penguapan air pada suhu beku dalam jangka panjang.

📚 Apa Kata Penelitian?

  • Pembekuan lambat menghasilkan kristal es besar yang merusak jaringan daging ikan sehingga menimbulkan drip dan penurunan kekenyalan saat dicairkan, sedangkan pembekuan cepat menghasilkan kristal es kecil dengan kerusakan jaringan yang jauh lebih minimal (FPK Unair, 2019).
  • Standar internasional yang dirujuk FAO merekomendasikan suhu penyimpanan beku pada kisaran minus 18 derajat Celsius atau lebih rendah untuk menjaga mutu ikan tetap baik dalam jangka waktu yang lebih panjang (FAO, n.d.-b).
  • Senyawa geosmin dan 2-MIB yang dihasilkan bakteri dan alga pada air kolam yang kurang bersirkulasi dapat terserap ke dalam daging ikan dan menjadi penyebab utama bau "apek" pada ikan air tawar, sehingga kualitas air saat budidaya turut menentukan seberapa tahan lama aroma ikan tetap segar (Lukassen dkk., 2019).
  • Histamin pada ikan terbentuk ketika bakteri mengubah asam amino histidin pada suhu di atas 4 derajat Celsius, dan racun ini tidak rusak oleh proses pemasakan, sehingga pencegahannya bergantung penuh pada kedisiplinan menjaga suhu penyimpanan (BPPMHKP, KKP RI, n.d.).

Cara Mencairkan Ikan Beku yang Benar

Sebagian orang punya kebiasaan mengeluarkan ikan beku lalu membiarkannya begitu saja di atas meja dapur sampai mencair sendiri. Cara ini sebenarnya cukup berisiko. Saat dibiarkan di suhu ruang, bagian luar ikan akan lebih dulu menghangat dan menjadi tempat berkembang biak bakteri, sementara bagian dalamnya masih beku. Rentang suhu di tengah-tengah itulah yang paling disukai bakteri untuk berkembang biak dengan cepat.

Cara yang lebih aman adalah memindahkan ikan beku ke bagian chiller kulkas semalam sebelum akan dimasak, sehingga proses pencairan berlangsung perlahan pada suhu yang tetap dingin. Kalau Anda butuh cara yang lebih cepat, rendam ikan dalam kemasan tertutup rapat di bawah air dingin mengalir, bukan air hangat, dan pastikan segera dimasak begitu benar-benar mencair. Hindari juga membekukan ulang ikan yang sudah dicairkan di suhu ruang, karena kombinasi kerusakan sel akibat pembekuan berulang dan risiko pertumbuhan bakteri selama fase pencairan yang kedua bisa menurunkan mutu dan keamanannya sekaligus.

Kalau Sedang Tidak Ada Kulkas atau Listrik Padam

Ada kalanya Anda perlu menyimpan ikan tanpa bantuan kulkas, entah karena listrik padam, sedang berkemah, atau memang belum punya lemari pendingin di rumah. Untungnya, ada beberapa cara sederhana yang bisa membantu memperlambat pembusukan untuk sementara waktu.

Metode paling umum adalah memanfaatkan es batu. Susun ikan berlapis dengan es dalam wadah tertutup, dengan perbandingan es yang cukup banyak agar suhu tetap rendah, lalu tempatkan di area paling sejuk di rumah dan jauh dari sinar matahari langsung. Cek kondisi es secara berkala dan tambahkan begitu mulai mencair, karena begitu es habis, suhu ikan akan cepat naik kembali.

Selain es batu, garam juga bisa dipakai sebagai pengawet alami jangka pendek. Garam bekerja dengan menarik cairan dari dalam daging ikan sehingga lingkungan menjadi kurang ramah bagi bakteri untuk berkembang biak. Cara lain yang cukup populer adalah melumuri permukaan ikan dengan air jeruk nipis atau cuka, lalu membungkusnya dengan kain bersih yang sudah dibasahi. Cara-cara ini bisa membantu ikan bertahan sekitar satu hari, tapi tetap bukan pengganti pendinginan yang sesungguhnya, jadi usahakan ikan segera diolah begitu kondisi memungkinkan.

Pembusukan pada ikan tidak dapat dihentikan sepenuhnya, hanya dapat diperlambat dengan menjaga suhu tetap rendah secara konsisten sepanjang rantai penanganan. — Prinsip penanganan pascapanen menurut FAO

Tabel Perbandingan Metode Penyimpanan Ikan

Pilih metode sesuai kapan ikan akan dimasak, bukan sekadar mana yang paling mudah dilakukan.
Metode Suhu Perkiraan Daya Tahan Cocok Untuk
Chiller kulkas 0 sampai 4°C 1 sampai 2 hari Rencana masak dalam waktu dekat
Freezer rumah tangga Sekitar -18°C Beberapa minggu hingga bulan Stok mingguan atau bulanan
Es batu dalam wadah Mendekati 0°C Sekitar 1 hari, perlu diisi ulang Kondisi darurat, listrik padam
Garam atau kain berlapis cuka Suhu ruang sejuk Sekitar 1 hari Tidak ada kulkas maupun es
Catatan Perkiraan daya tahan dapat berbeda tergantung jenis ikan, kesegaran awal, dan kebersihan proses penanganan sebelumnya.

Banyak Orang Mengira, Padahal Faktanya...

Sering Dikira"Ikan yang sudah dibekukan otomatis aman disimpan berbulan-bulan tanpa batas."
FaktanyaPembekuan memperlambat kerusakan, bukan menghentikannya sama sekali. Semakin lama disimpan beku, tekstur dan cita rasa ikan tetap akan menurun secara bertahap, apalagi jika suhu freezer tidak stabil.
Sering Dikira"Kalau ikan dimasak sampai matang, racun atau bakteri apa pun pasti hilang."
FaktanyaTidak selalu. Racun histamin yang terbentuk akibat penyimpanan yang salah tidak rusak oleh panas memasak, sehingga pencegahannya harus dilakukan sejak ikan disimpan, bukan mengandalkan proses masak (BPPMHKP, KKP RI, n.d.).
Sering Dikira"Mencairkan ikan beku lebih cepat kalau direndam air panas."
FaktanyaJustru sebaliknya. Air panas membuat bagian luar ikan langsung matang sebagian sekaligus mempercepat pertumbuhan bakteri, sementara bagian dalamnya belum tentu ikut mencair merata.
Sering Dikira"Ikan yang belum berbau berarti masih aman dikonsumsi."
FaktanyaBelum tentu. Kadar histamin bisa meningkat sebelum ikan menunjukkan tanda pembusukan yang jelas seperti bau menyengat, sehingga kedisiplinan menjaga suhu penyimpanan tetap jadi langkah pencegahan yang paling bisa diandalkan.

Tanda-tanda Ikan Sudah Tidak Layak Dimasak

Setelah tahu cara menyimpan yang benar, penting juga mengenali kapan ikan sebaiknya sudah tidak lagi diolah, meski sudah disimpan di kulkas sekalipun. Perhatikan beberapa tanda berikut sebelum memutuskan untuk memasaknya.

  • Bau amis yang sangat menyengat, jauh berbeda dari aroma segar khas ikan air tawar.
  • Tekstur daging yang terasa sangat lembek dan meninggalkan bekas cekungan saat ditekan, tidak kembali seperti semula.
  • Warna daging yang berubah pucat kusam atau justru kecoklatan tidak merata, terutama di bagian yang sering kontak dengan udara.
  • Muncul lapisan lendir berlebih yang terasa lengket di permukaan kulit ikan.
  • Pada ikan beku, permukaan yang mengering, retak-retak, dan berubah warna kecoklatan menandakan freezer burn yang cukup parah.

Jika Anda menemukan salah satu tanda di atas, lebih baik ikan tidak diolah lagi. Menyayangkan sedikit kerugian jauh lebih baik dibanding mengambil risiko kesehatan keluarga.

Bagaimana dengan Warung Makan atau Usaha Kuliner?

Kalau Anda menjalankan usaha kuliner, warung makan, atau katering yang membutuhkan pasokan ikan dalam jumlah lebih besar, prinsip penyimpanannya sama saja, hanya skalanya yang berbeda. Yang perlu jadi perhatian tambahan adalah rotasi stok, atau yang biasa dikenal dengan sistem first in first out, yaitu ikan yang lebih dulu masuk penyimpanan harus lebih dulu diolah, bukan ikan yang baru datang.

Selain itu, pastikan kapasitas kulkas atau freezer tidak diisi terlalu penuh sampai sirkulasi udara di dalamnya terhambat, karena hal ini bisa membuat suhu tidak merata di seluruh bagian. Bagi ikan dalam porsi-porsi yang sesuai kebutuhan harian dapur Anda, sehingga tidak perlu membekukan ulang sisa ikan yang sudah dikeluarkan namun tidak terpakai sepenuhnya. Jika Anda butuh pasokan ikan segar secara rutin dengan kualitas yang konsisten, tim Ikan Kita terbuka untuk membantu kebutuhan usaha Anda, mulai dari volume harian hingga pesanan grosir.

Jadi, Kuncinya Sebenarnya Sederhana

Kalau dirangkum, menyimpan ikan segar agar tetap awet dan enak sebenarnya berputar pada satu prinsip utama, yaitu menjaga suhu tetap rendah dan meminimalkan waktu ikan berada di suhu ruang. Bersihkan ikan sebelum disimpan, pilih chiller untuk rencana masak dalam waktu dekat, gunakan freezer dengan kemasan yang rapi dan tipis untuk stok jangka panjang, dan selalu cairkan ikan beku dengan cara yang benar, bukan dibiarkan begitu saja di suhu ruang.

Namun ada satu hal yang tidak kalah penting, yaitu kesegaran ikan sejak awal sebelum Anda membawanya pulang. Sebagus apa pun cara Anda menyimpan, hasilnya tidak akan maksimal jika ikan yang dibeli sudah dalam kondisi kurang segar sejak di tempat penjualan. Karena itu, di Ikan Kita, kami berusaha memastikan ikan yang sampai ke tangan Anda sudah melalui penanganan yang tepat sejak dari kolam, sehingga begitu Anda menyimpannya dengan cara-cara di atas, ikan tetap punya modal kesegaran yang baik untuk bertahan lebih lama. Jika Anda sedang mencari ikan nila, gurame, atau lele segar untuk kebutuhan dapur maupun usaha kuliner, silakan jelajahi halaman produk kami atau hubungi tim kami langsung, kami senang membantu menjawab pertanyaan Anda sebelum memutuskan membeli.

Daftar Pustaka

  • Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM), Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. (n.d.). Tips penanganan ikan saat di rumah. https://kkp.go.id/bkipm/tips-penanganan-ikan-saat-di-rumah-jYZl/detail.html
  • Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. (n.d.). Waspadai bahaya histamin pada ikan scombroid, konsumen diminta lebih cermat. https://www.kkp.go.id/bppmhkp/waspadai-bahaya-histamin-pada-ikan-scombroid-konsumen-diminta-lebih-cermat-79vO/detail.html
  • Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Airlangga. (2019, 7 Juli). Bagaimanakah cara pembekuan ikan yang baik? https://fpk.unair.ac.id/bagaimanakah-cara-pembekuan-ikan-yang-baik/
  • Food and Agriculture Organization of the United Nations. (n.d.-a). Handling after harvest. FAO Food Loss and Waste in Fish Value Chains. https://www.fao.org/flw-in-fish-value-chains/value-chain/aquaculture/handling-after-harvest/en/
  • Food and Agriculture Organization of the United Nations. (n.d.-b). Freezing and refrigerated storage in fisheries: Influence of temperature. https://www.fao.org/4/v3630e/v3630e03.htm
  • Food and Agriculture Organization of the United Nations. (n.d.-c). Improved fresh fish handling methods. Dalam Quality and quality changes in fresh fish. https://www.fao.org/4/v7180e/v7180e08.htm
  • Lukassen, M. B., de Jonge, N., Bjerregaard, S. M., Podduturi, R., Jørgensen, N. O. G., Petersen, M. A., David, G. S., da Silva, R. J., & Nielsen, J. L. (2019). Microbial production of the off-flavor geosmin in tilapia production in Brazilian water reservoirs: Importance of bacteria in the intestine and other fish-associated environments. Frontiers in Microbiology, 10, 2447. https://doi.org/10.3389/fmicb.2019.02447

Catatan: seluruh referensi di atas dapat diverifikasi langsung melalui tautan yang tercantum.

Sudah Siap Belanja Ikan Segar Hari Ini?

Kalau Anda butuh ikan segar untuk langsung dimasak atau distok dengan penanganan yang tepat, Ikan Kita siap membantu kebutuhan dapur keluarga maupun usaha kuliner Anda di Cimahi dan sekitarnya.

Tampak depan toko Ikan Kita di Cimahi

📍 Kota Cimahi, Jawa Barat

🕒 Buka setiap hari, 06.00–17.00

href="https://maps.google.com/?q=Ikan+Kita+Cimahi" class="btn btn-outline" target="_blank" rel="noopener" >Buka Google Maps

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa lama ikan segar boleh disimpan di kulkas sebelum dimasak?
Idealnya ikan segar yang disimpan di bagian chiller kulkas dengan suhu 0 sampai 4 derajat Celsius sebaiknya dimasak dalam waktu 1 hingga 2 hari. Semakin lama disimpan meski dalam kondisi dingin, mutu dan tekstur dagingnya akan tetap menurun secara bertahap.
Apakah ikan harus dicuci dulu sebelum dimasukkan ke kulkas atau freezer?
Ya. Ikan sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu, sisik, insang, dan isi perut dibuang, lalu dicuci dengan air mengalir dan dikeringkan permukaannya, sebelum disimpan dalam wadah tertutup.
Apakah boleh mencairkan ikan beku di suhu ruang?
Sebaiknya dihindari. Mencairkan ikan di suhu ruang membuat bagian luar ikan cepat menghangat dan menjadi tempat berkembang biak bakteri, sementara bagian dalamnya masih beku. Pindahkan ikan ke chiller kulkas semalam sebelum dimasak, atau rendam dalam air dingin mengalir dalam kemasan tertutup.
Kenapa ikan yang dibekukan lalu dicairkan teksturnya jadi lebih lembek?
Ini berkaitan dengan kristal es yang terbentuk selama pembekuan. Pembekuan yang lambat menghasilkan kristal es berukuran besar yang merusak struktur serat daging, sehingga saat dicairkan banyak cairan yang keluar dan tekstur daging menjadi lebih lembek.
Apakah ikan yang sudah dibekukan boleh dibekukan ulang setelah dicairkan?
Sebaiknya tidak, terutama jika pencairan dilakukan di suhu ruang. Pembekuan ulang berisiko menurunkan mutu daging lebih jauh dan meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri selama fase pencairan yang kedua.
Apa itu keracunan histamin dan kenapa berkaitan dengan cara menyimpan ikan?
Keracunan histamin, atau keracunan scombroid, terjadi ketika ikan dibiarkan pada suhu di atas 4 derajat Celsius cukup lama sehingga bakteri mengubah histidin pada daging menjadi histamin. Racun ini tidak hilang meski ikan dimasak matang, sehingga pencegahannya harus dilakukan sejak proses penyimpanan.
Bolehkah menyimpan ikan tanpa kulkas saat listrik padam?
Boleh untuk jangka pendek, dengan bantuan es batu, garam, atau kain yang dibasahi cuka maupun air jeruk nipis, lalu disimpan di tempat sejuk dan tidak terkena sinar matahari langsung. Cara ini hanya solusi sementara, dan ikan sebaiknya segera diolah begitu kondisi memungkinkan.
Apakah membungkus ikan dengan plastik biasa cukup aman untuk freezer?
Plastik biasa yang tidak rapat dapat membuat udara masuk dan memicu freezer burn, yaitu permukaan ikan mengering dan berubah warna. Kemasan kedap udara seperti plastik vakum akan menjaga kualitas ikan lebih baik selama penyimpanan beku.
Apakah semua jenis ikan air tawar punya cara penyimpanan yang sama?
Prinsip dasarnya sama, yaitu menjaga suhu tetap rendah dan meminimalkan waktu ikan berada di suhu ruang. Namun ikan berlemak seperti lele cenderung lebih rentan terhadap oksidasi lemak selama penyimpanan beku dibanding ikan yang kadar lemaknya lebih rendah seperti nila. Anda bisa membaca lebih jauh soal karakteristik nila di artikel Perbedaan Nila Merah dan Nila Hitam.
Apakah Ikan Kita mengirim ikan dalam kondisi hidup atau sudah didinginkan?
Ikan Kita menyesuaikan dengan jenis dan pesanan pelanggan, dengan penanganan yang memperhatikan kesegaran sejak diambil dari kolam hingga sampai ke tangan pelanggan di Cimahi dan sekitarnya. Untuk kebutuhan spesifik, silakan hubungi tim kami langsung melalui WhatsApp.
Foto Tim Ikan Kita

Tim Ikan Kita

Tim Ikan Kita berfokus pada edukasi mengenai ikan air tawar, budidaya, penanganan pascapanen, serta informasi produk yang akurat berdasarkan referensi ilmiah dan praktik lapangan.

Selengkapnya tentang kami →

Terakhir diperbarui: